Criminal Responsibility For Perpetrators Of Criminals Who Distribute Wood Produced From Illegal Logging (Analysis of the Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1597 K/PID. Sus – LH/2020)
Keywords:
criminal liability, illegal logging, illegal timber trafficking, environmental law, supreme court decisionsAbstract
Criminal liability for perpetrators of criminal acts who distribute wood from illegal logging is an essential issue in Indonesia's forest protection context. The Analysis of the Supreme Court Decision of the Republic of Indonesia Number 1597 K/Pid.Sus-LH/2020 shows the challenges faced by law enforcement related to this illegal practice. With the increase in illegal logging threatening forest sustainability and biodiversity, this study aims to evaluate the effectiveness of criminal sanctions applied to illegal wood distributors. This study uses a normative juridical approach to review the legal framework governing these illegal acts. The study results indicate that despite strict regulations, obstacles in law enforcement, such as lack of evidence and legal awareness in the community, are significant. Therefore, strategic steps are needed to increase the effectiveness of law enforcement and encourage community participation in reporting illegal activities to maintain forest sustainability
References
Hamzah, A. (2005). Pengantar Hukum Pidana Indonesia. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Haryono, B. (2021). Perambahan Hutan dan Dampaknya Terhadap Keanekaragaman Hayati. Jurnal Ekologi Hutan Tropis, 15(1), 45–58.
Ilyas, A. (2012). Asas-Asas Hukum Pidana. Yogyakarta : Rangkang Education.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2020). Laporan Tahunan Perambahan Hutan Illegal Logging di Indonesia .
Lamintang, P. A. F. (2023). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung : Citra Aditya Bakti.
Moeljatno. (2022). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta : Rineka Cipta.
Muladi. (2021). Pertanggungjawaban Pidana Dalam Hukum Pidana Indonesia. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Muladi, & Arief, B. N. (1992). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung : Alumni.
Muladi, & Barda Nawawi Arief. (2013). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung : PT Alumni.
Prasetyo, L. (2020). Ancaman Penebangan Liar . Jurnal Lingkungan, 9(3).
Priyanto, A. (2004). Kebijakan Legilasi Tentang Sistem Pertanggungjawaban Pidana Korporasi di Indonesia. CV. Utomo.
Rahardjo, S. (1980). Hukum dan Masyarakat. Bandung : Angkasa.
Roeslan Saleh. (1987). Stelsel Pidana (Perkembangan dan Pembentukannya). Jakarta : Aksara Baru.
Saleh, R. (1981). Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana. Jakarta : Angkasa.
Saleh, R. (1986). Pikiran-Pikiran Tentang Pertanggungjawaban Pidana (Cet.1). Jakarta : Ghalia Indonesia.
Saleh, R. (1999). Perbuatan Pidana Dan Pertanggungjawaban Pidana. Jakarta : Aksara Baru.
Sjahdeini, S. R. (2007). Pertanggungjawaban Pidana Korporasi (halaman 34). Jakarta : Grafiti Pers.
Soesilo, R. (1996). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor : Politeia.
Sudarto. (1981). Hukum dan Hukum Pidana. Bandung : Alumni.
Sunarso, S. (2005). Hukum Pidana Lingkungan Hidup dan Strategi Penyelesaian Sengketa. Jakarta : Rineka Cipta.
Syarif, L. O. M. (2012). Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan. Jakarta : Rajawali Pers.
Widodo, R. (2022). Perburuan Satwa Liar dan Keberlanjutan Ekosistem Hutan. Kajian Kehutanan Indonesia, 28(2).
Wiyanto, R. (2012). Asas-Asas Hukum Pidana Indonesia. Bandung : Mandar Maju.
Wiyono, R. (2023). Hukum Pidana dan Perkembangannya. Jakarta : Sinar Grafika
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Silvia Hermala Sagala, Edi Yunara, Abdul Aziz Alsa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

